Reportase

Manfaatkan Teknologi, Tim Registrasi Daurah Terapkan Sistem Pendaftaran Online Berbasis Website

 

JEMBER – Sejak diumumkannya Daurah Masyaikh secara resmi, pembentukan panitia dan pembagian tugas-tugasnya pun dimulai. Setiap tim segera menjalankan tugasnya. Tak terluput juga Tim Registrasi (pendaftaran) Daurah. Sebuah tim yang mengurus pendataan peserta, sekaligus mengatur pembagian fasilitas yang akan didapat, baik dalam hal konsumsi, kitab, sampai tempat tinggal.

Ya, untuk acara-acara seperti ini memang perlu pendataan peserta yang rapi, agar lebih memudahkan teknis di lapangan nanti. Juga agar dapat mengetahui gambaran jumlah peserta yang akan datang, karena hal ini berkaitan dengan persiapan tempat tinggal ataupun penyediaan makanan.

Memanfaatkan teknologi dan kemajuan zaman, registrasi peserta pada daurah ini akan menggunakan sistem elektronik berbasis website. Harapannya hal itu dapat memudahkan panitia dalam pendataan secara rapi, pun memudahkan peserta dalam pendaftaran.

 

Bertemu Langsung dengan Tim Registrasi Daurah

Sepekan yang lalu kurang lebih, kami tim reportase mendapatkan kesempatan bertemu dan berbincang dengan salah satu anggota Tim Registrasi Daurah. Dalam durasi sekitar 10 menit, informasi-informasi ringkas yang sarat akan pengetahuan bermanfaat pun kami dapatkan.

Setelah membuka pembicaraan dengan topik ‘registrasi peserta’, kami langsung melayangkan pertanyaan berkaitan dengan alasan pemilihan sistem pendaftaran yang seperti ini.

“Tujuannya adalah agar mempermudah seluruh rangkaian kegiatan peserta. Mulai dari kehadiran, penentuan tempat tinggal sampai pun dalam hal pengambilan konsumsi. Panitia ingin semuanya dikomputerisasi, harapannya agar dapat berjalan dengan cepat dan efisien.” Kata beliau menjelaskan.


Baca Juga: Perkembangan Progres Kerja Tim Tasjilat as-Salafy


Teknis dan Alur pendaftaran

Kami juga sempat bertanya seputar teknis dan alur pendaftaran.

“Pertama-pertama, calon peserta melakukan pengajuan via nomor WhatsApp yang tertera pada poster publikasi daurah. Setelah itu calon peserta akan diberi akun untuk mendaftar di website (situs) pendaftaran, sekaligus melengkapi data diri.” Ujar bapak dari 3 anak ini.

“Selanjutnya peserta akan diminta melakukan pembayaran registrasi dengan nominal yang telah dihitung oleh sistem. Bagi peserta daurah khusus sebesar Rp.300.000, adapun untuk peserta daurah umum adalah Rp.70.000.” Lanjut beliau.

Biaya di atas adalah untuk mengakomodir konsumsi, tempat tinggal dan kitab materi daurah, ini bagi peserta Daurah Khusus. Sedangkan pada daurah umum, uang pembayaran berguna untuk konsumsi selama 2 hari.

Pendaftaran daurah
Tampilan Log In Pendaftaran via Website

Di tahap terakhir, peserta akan mendapatkan tiket berupa barcode. Barcode itulah yang akan digunakan oleh peserta selama di tempat daurah.

“Awal rencana, barcode tersebut hanya untuk laporan kedatangan saja. Namun berjalannya waktu, panitia mendapat ide untuk mengembangkannya. Panitia berharap barcode tersebut dapat dipakai di semua area daurah. Baik untuk pengambilan konsumsi, pengambilan kitab materi daurah, ataupun penentuan tempat tinggal.” Kata beliau yang juga merupakan pengembang sistem ini.

Kami sendiri sebelumnya belum terbayang bahwa sistem pendaftaran online akan sekompleks ini.

 

Perbedaan Teknis di Daurah Umum dan Daurah Khusus

Karena kegiatan daurah terbagi menjadi dua, daurah umum dan daurah khusus, teknis pendaftarannya pun sedikit berbeda.

“Kalau pada daurah khusus, setiap peserta mendapatkan barcode sesuai data diri dan nomor telepon yang didaftarkan koordinator rombongan. Sedangkan pada daurah umum, hanya pimpinan safar atau koordinator rombongan saja yang mendaftar. Ia cukup menyetorkan jumlah peserta yang dia bawa, tanpa perlu merinci nama dan nomor telepon masing-masingnya. Sehingga yang mendapatkan barcode hanya koordinator rombongan.” Tim registrasi lagi-lagi menjelaskan kepada tim reportase.

Perbedaan sistem ini berangkat dari asumsi bahwa peserta daurah umum yang lebih banyak dan heterogen, bisa jadi justru akan menghambat penggunaan sistem elektronik secara penuh. Mengingat tidak semua peserta melek teknologi dan memiliki akses online untuk mendaftar.

Sebagai ganti barcode, para peserta atau diwakili ketua rombongan akan mendapatkan kupon. Dengan ketentuan yang ada, kupon tersebut berguna untuk mendapatkan konsumsi dan ruang penginapan sesuai biaya yang dibayarkan.

 

Penutup

Demikianlah pertemuan singkat antara kami tim reportase dengan bagian registrasi. Semua kemudahan yang panitia upayakan harapannya menjadi bentuk pengalaman sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam;

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا

“Permudahlah dan jangan mempersulit.” (Muttafaqun Alaihi)

Semoga sebagaimana motto Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani; “Menghubungkan Umat Dengan Ulama Rabbani”, daurah ini benar-benar dapat menjadi solusi bagi umat yang sedang membutuhkan bimbingan ulama mereka.

Semoga Allah memudahkan jalannya teknis registrasi secara maksimal sebagaimana yang panitia harapkan. Dan semoga Allah melancarkan serta memudahkan berjalannya kegiatan daurah ini. Amin.


Baca Juga: Kreativitas Santri dalam Pembuatan Maket Ma’had Minhajul Atsar


🌐 Website Resmi: https://daurahimamalmuzani.com/

📚 Channel Telegram Resmi: https://t.me/daurahimamalmuzani

(ABS)

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button