Reportase

Kreativitas Santri dalam Pembuatan Maket Ma’had Minhajul Atsar

Tuk Tunjang Kegiatan Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani

 

JEMBER – Tak terasa, Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani telah di depan mata. Panitia semakin gencar melakukan persiapan demi persiapan guna menyambut kegiatan tersebut. Di antara yang sedang dikerjakan adalah pembuatan maket Ma’had Minhajul Atsar (tiruan denah berskala kecil dalam 3 dimensi).

 

Kilas Balik Maket Ma’had Minhajul Atsar

Pagi itu, baru lepas dua pekan dari liburan semester genap. Para santri mulai beradaptasi kembali dengan lingkungan ma’had setelah sekian lama berlibur di rumah. Asrama-asrama kembali ramai oleh para santri.

Di hari-hari itu, tersiar berita menyenangkan tentang kedatangan masyaikh untuk mengisi daurah di Indonesia. Berita itu mulai menyebar di kalangan para santri, entah dari mana mereka mendengarnya, yang pasti belum ada pengumuman secara resmi.

 

Berlalulah hari-hari, berita yang tadinya baru tersebar dari mulut ke mulut saja, kini telah resmi dipublikasikan. Walaupun sebelumnya, kami terkhusus kelas 1 Takhasus sudah mendapatkan indikasi kuat kepastian kegiatan tersebut. Yaitu ketika kami menjenguk Ustadz Majdi, pengajar Takhasus yang sedang sakit. Saat itu, beliau memberikan ide kepada kami untuk membuat miniatur (maket) Ma’had Minhajul Atsar.

“Harapannya nanti saat ada banyak tamu yang datang, maket tersebut dapat dipajang untuk memberi kemudahan kepada mereka dalam mengetahui denah ma’had.”

Salah Satu Sudut Maket Ma’had

Rencana Membuat

Keesokan harinya setelah kunjungan ke Ustadz Majdi, santri kelas 1 Takhasus mulai membicarakan teknis pembuatan maket. Yang paling semangat adalah dua santri kreatif di kelas mereka, Alfin asal Aceh dan Umar asal Gresik yang akan bertanggung jawab atas pembuatan maket. Di sela-sela waktu belajar, mereka berdua tampak asyik memperbincangkan perihal teknis pengerjaan maket, apa saja bahan-bahannya, dan besaran biaya yang mereka butuhkan.

Namun dalam beberapa hari, mereka tak kunjung mengerjakannya. Diskusi masih saja berlangsung terkait rancangan dan bahannya, apakah menggunakan triplek ataukah karton. Setelah proses tukar pendapat yang panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan karton sebagai bahan utama dan triplek sebagai alasnya.

Terkait pendanaan, mereka mendapat bantuan dari Kantor Takhasus. Namun untuk menekan biaya, pembuatan maket rencananya akan memaksimalkan penggunaan bahan-bahan yang telah ada ataupun barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Di tangan kreatif mereka, harapannya barang-barang tersebut dapat menjadi karya seni yang tak ternilai harganya.


Baca Juga: Kompak Bergerak, Kolaborasi Kerja Bakti Ikhwah Salafiyyin dan Masyarakat


Mulainya Proyek

Siang itu langit cerah, para santri kelas 1 Takhasus sedang asyik berbincang di depan kamar, tampak suasana persaudaraan di atas thalabul ilmi. Saat itulah Alfin dan Umar datang dengan membawa bahan-bahan untuk membuat miniatur. Membangkitkan semangat teman-teman yang lain untuk membantu dan bekerja sama. Proyek pun dimulai.

Semua bahan telah siap, kini waktunya untuk mengerjakan. Bahan-bahan tersebut diletakkan di tengah kamar. Teman-teman yang lain berkerumun di sekitarnya. Mereka hendak menyaksikan rencana Alfin dan Umar.

Namun dalam beberapa saat, proyek masih belum saja dikerjakan. Tampaknya Alfin dan Umar bingung dalam menentukan skalanya. Spontan salah seorang teman memberikan ide, “Bagaimana jika kita menentukan skala berdasarkan screenshot peta ma’had dari Google Maps?” Yang lain setuju. Hingga akhirnya mereka menetapkan skala di angka 1:143 cm.

 

Berawal dari Masjid

Miniatur bangunan yang pertama mereka buat adalah Masjid Ali bin Abi Thalib (masjid ma’had). Ia merupakan bangunan utama di ma’had kami. Pengerjaannya sendiri memakan waktu sekitar 4 hari. MasyaAllah, setelah jadi, teman-teman merasa begitu takjub dengan rancangan dan karya Alfin dan Umar. Membuat mereka semakin tertarik untuk ikut berpartisipasi, namun juga ada kekhawatiran yang muncul jika hal itu justru akan menghambat pekerjaan yang ada.

Demi melihat antusias dari teman-teman, Alfin dan Umar mengajak untuk ikut membantu proses pembuatan. Namun Alfin dan Umar meminta agar mereka bergerak sesuai arahan, sehingga pengerjaan dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Mengintip Bagian dalam Maket Masjid Ali bin Abi Thalib

Beginilah jika persaudaraan dikedepankan, Alfin dan Umar tak peduli kendala-kendala yang akan muncul dari banyak campur tangan yang mengerjakan. Bagi mereka berdua, yang terpenting adalah kebersamaan. Mereka berusaha merealisasikan perkataan Allah Taala:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ

 ”Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. al-Hujurat: 10)

Alfin dan Umar lebih menginginkan predikat ‘mukmin’. Mereka juga berharap, dengan mengerjakan bersama, akan mendorong terbentuknya suasana persaudaraan di antara mereka.

 

Terhenti untuk Kegiatan yang Lebih Berarti

Dua pekan terlewati, para santri kelas 1 Takhasus masih antusias di dalam mengerjakan proyek pembuatan maket. Walaupun memang sempat terhenti saat ada kegiatan ujian hifzhul mutun. Ya, sesibuk apa pun para santri di dalam mengerjakan tugas tambahan, mereka tidak boleh meninggalkan kewajiban belajar dan kegiatan akademik lainnya. Salah satunya ujian hifzhul mutun yang bertujuan membekali santri dengan ilmu yang kokoh.

 

Beberapa Sudah Selesai

Berlalunya waktu, terus beriringan dengan perkembangan proyek pembuatan miniatur ini. Beberapanya sudah selesai, seperti miniatur masjid, maqshaf (koperasi), asrama Takhasus, kamar mandi Takhasus dan gazebo. Semuanya dibentuk dan diwarnai sesuai bangunan aslinya.

Salah Satu Bangunan di Ma’had dalam Bentuk Maket

Pelajaran Penting

Seorang yang cerdas pasti dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Dalam pengerjaan maket ini, mereka para santri dapat merasakan indahnya kekompakan. Berawal dari semangat Alfin dan Umar, disusul oleh rasa penasaran teman-temannya, dan akhirnya ditutup dengan indahnya kerja sama di antara mereka.

Ada yang memotong, ada pula yang merekatkan dengan lem, semua berada pada satu bingkai, kebersamaan dan ukhuwah karena Allah, insya Allah.

 

Penutup

Satu demi satu miniatur bangunan sudah rampung. Berharap dapat selesai sebelum mulainya Daurah Salafiyyah Imam Al-Muzani 1. Semoga apa yang mereka kerjakan dapat memberi kemudahan kepada para peserta di dalam mengenali denah ma’had. Dan semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan pahala yang melimpah. Amin.


Baca Juga: Indahnya Sinergi Antara Ikhwah Masyarakat dan Aparat dalam Persiapan Daurah


🌐 Website Resmi: https://daurahimamalmuzani.com/

📚 Channel Telegram Resmi: https://t.me/daurahimamalmuzani

(AMA)

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button