Seusia Tahfizh Sudah Berandil dalam Daurah, Apa Peran Mereka?
JEMBER – Rabu (10/8) bertepatan dengan 12 Muharram 1444 H, suasana ma’had sedikit terasa berbeda dari biasanya. Petugas kebersihan yang selama ini adalah dari santri Takhasus dan Takmili, kini diemban oleh santri Tahfizh. Mulai dari menyapu halaman, membersihkan kamar mandi, merapikan masjid, dan lain-lain.
Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, mengapa amanah tersebut dilimpahkan kepada santri Tahfizh? Jawabannya adalah karena thullab Takhasus dan Takmili akan fokus mengikuti durus ilmiah dalam Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani yang kini telah di depan mata.
Satu hari sebelumnya, tepatnya pada hari Selasa (09/8), seluruh santri Tahfizh telah mendapat arahan dan briefing terkait tugas kebersihan ini bersama salah satu mudarris mereka, ustadz Abdullah Muntilan hafizhahullah. Beliau selaku Tim Kebersihan dalam kepanitiaan Daurah Imam al-Muzani.

Berlatih Untuk Saling Memahami
“Selama beberapa hari menjelang daurah ini, mereka sudah terlibat dalam tugas kebersihan, tujuannya untuk simulasi. Agar nanti ketika daurah berlangsung mereka sudah bisa mandiri dan tidak perlu pendampingan kerja dari musyrif masing-masing kelasnya.” Ujar ustadz Mush’ab, selaku musyrif kelas Pra Tahfizh.
Dilimpahkannya amanah tersebut kepada seluruh santri Tahfizh dalam hari-hari ini, bertujuan untuk melatih mereka agar terbiasa dengan tugas tersebut saat daurah berlangsung. Karena di hari-hari itu santri Takhasus dan Takmili yang biasanya mengemban amanah kebersihan, harus fokus mengikuti kegiatan daurah.
Dengan santri Tahfizh yang mengemban amanah tersebut, maka santri Takhasus dan Takmili tidak terganggu konsentrasinya untuk ber-talaqqi langsung kepada masyaikh dan mengikuti muhadharah-muhadharah yang ada.
Baca Juga: Manfaatkan Teknologi, Tim Registrasi Daurah Terapkan Sistem Pendaftaran Online Berbasis Website
“Harapannya untuk thullab Takhasus – dan Takmili – untuk fokus dalam menerima faidah-faidah ilmiah dari para masyayikh.” Kata Ustadz Rifa’i hafizhahullah, selaku musyrif Tahfizh kelas Qudama’ memberikan dukungan kepada lembaga Takhasus dan Takmili.
Harapannya dengan tugas ini dapat melatih santri Tahfizh untuk bisa saling memahami, dan melengkapi kekosongan. Di antaranya dengan menggantikan tugas kakak kelas mereka dari Takhasus dan Takmili yang membutuhkan waktu luang agar dapat fokus menuntut ilmu dan tidak terganggu dengan hal-hal lainnya.

Tanggapan Terkait Andil Mereka
“Bagus dan sangat mendapat dukungan positif dari kakak-kakak kelasnya. Terkhusus untuk kami sebagai lembaga Takmili sangat berterima kasih kepada adik-adik dari thullab Tahfizh. Semoga ini dapat menambah semangat untuk kakak-kakak kelasnya, dan tak lupa juga kami akan terus memberikan dukungan kepada mereka. Di sisi lain semoga dapat menjadi ladang amal bagi adik-adik kita dari kalangan Tahfizh.” Kata Ustadz Rasyid hafizhahullah kurang lebihnya, selaku musyrif lembaga Takmili.
“Alhamdulillah, meskipun kami hanya bisa membantu dari segi kebersihan saja, insyaAllah kami berusaha ikhlas dalam itu semua.” Kata Nabil Zubair hafizhahullah, salah satu santri Tahfizh kelas Qudama’.
Demikianlah, kekompakan antar lembaga dan elemen santri di ma’had. Kakak kelas memberikan apresiasanya kepada santri Tahfizh atas andil mereka dalam Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani. Mereka sendiri juga bersemangat dan ikhlas insyaAllah dalam mengemban amanah tersebut.
Baca Juga: Perkembangan Progres Kerja Tim Tasjilat as-Salafi
Website Resmi: https://daurahimamalmuzani.com/
Channel Telegram Resmi: https://t.me/daurahimamalmuzani
(MAS)



