Kitab

Kitab Minhajut Thalibin, Karyanya Imam an-Nawawi yang Melegenda

 

JEMBER – Telah lalu pengenalan kitab Jimaul Ilmi. Pada kesempatan kali ini insyaAllah kami akan sedikit memberikan resensi kitab kedua, yaitu Kitabun Nikah dari Minhajut Thalibin wa Umdatul Muftin.

Ini adalah kitab kedua yang akan dikaji dalam Daurah Khusus Imam al-Muzani. Dengan pemateri Dr. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah.

Sejatinya kitab ini merupakan secuil bagian dari kitab inti, Minhajut Thalibin. Yang mana ia merupakan sebuah karya milik Imam an-Nawawi rahimahullah. Karenanya, pada resensi kali ini, kami akan lebih menonjolkan penjelasan tentang Kitab Minhajut Thalibin itu sendiri.

 

Resensi Kitab Minhajut Thalibin

Mihajut Thalibin wa Umdatul Muftin adalah sebuah kitab yang membahas permasalahan fikih. Sejak dahulu, kitab ini telah dianggap sebagai salah satu referensi pokok untuk mengetahui pendapat-pendapat yang dirasa kuat dan muktamad dalam mazhab Syafii.

Sesuai namanya, kitab ini memang menjadi jalan yang jelas dan terang bagi para pelajar (Minhajut Thalibin), serta menjadi pegangan utama bagi para mufti (Umdatul Muftin).

Di dalamnya memuat sekitar 70 kitab yang bersangkutan dengan fikih. Semuanya membahas tentang ibadah dan muamalah. Seperti kitab taharah, salat, puasa, zakat, iktikaf, haji, janaiz (jenazah), al bai’ (jual beli), gadai, pinjam meminjam, berhutang, al washaya (wasiat-mewasiati), nikah, mahar, dan masih banyak lainnya.


Baca Juga: Kitab Jima’ul Ilmi Karya Imam asy-Syafi’i rahimahullah


Kitab ini telah menarik perhatian tinggi di kalangan ulama-ulama mazhab Syafii untuk dikembangkan. Sebagian memberikan penjelasa (syarh), komentar (hasyiah), ringkasan (mukhtashar), sebagian menyusunnya dalam bentuk nazham, dan lain-lain.

Di antara yang paling terkenal dalam bentuk syarah seperti; Tuhfatul Muhtaj bi Syarh al-Minhaj oleh Ibnu Hajar al-Haitami dan Nihayatul Muhtaj Ila Syarh al-Minhaj oleh Syamsuddin ar-Ramli.

Imam Nawawi sendiri mempunyai banyak kitab fikih yang ditulis dalam mazhab Syafii selain kitab Minhajut Thalibin. Selain itu, beberapa pendapat fikih beliau juga beredar dalam kitab-kitab beliau yang lain. Seperti kitab hadis beliau al-Minhaj fi Syarhi Shahihi Muslim bin al-Hajjaj, dan lain-lain.

 

Kitab yang Berkah

Tiada yang dapat mengingkari, betapa besarnya perhatian para ulama sejak zaman dahulu hingga sekarang terhadap kitab Minhajut Thalibin. Seperti kata Ibnul Atthar, murid Imam Nawawi, beliau menceritakan bahwa saking berkahnya kitab ini, umat Islam banyak menghafalnya setelah Imam Nawawi wafat.

Orang-orang yang menghafal kitab Minhaj at-Thalibin akan mendapat gelar al-Minhaji, saking besarnya keagungan kitab ini di kalangan umat Islam, terlebih di kalangan mazhab Syafii. Keistimewaan ini tidak ada pada kitab-kitab lainnya.

 

Biografi Singkat Penulis

Nama lengkapnya Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Murray bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jumah bin Hizam al-Hizami an-Nawawi rahimahullah. Penisbatan beliau al-Hizami adalah kepada kakeknya yang bernama Hizam yang tinggal di Jaulani desa Nawa daerah Arab. Bukan kepada sahabat Nabi yang bernama Hakim bin Hizam as-Shahabi radiallahuanhu, sebagaimana sangkaan sebagian orang. Adapun an-Nawawi nisbat ke desa Nawa.

Beliau lahir di pertengahan bulan Muharram tahun 631 H. Sedangkan wafat pada malam Rabu di sepertiga malam terakhir tanggal 24 Rajab tahun 676 H di desa Nawa. Subhanallah, beliau termasuk ulama yang menghembuskan nafas terakhirnya di usia muda 45 tahun. Bahkan saking sibuknya dengan ilmu dan ibadah beliau tidak sempat menikah dan meninggal dalam keadaan bujang.

 

An-Nawawi adalah ulama besar di masanya, termasuk dari tokoh mazhab Syafii yang amat masyhur di telinga manusia. Meski wafat di usia kepala empat, namun beliau telah menorehkan banyak karya ilmiah yang bermanfaat untuk umat muslim di penjuru dunia.

Beliau adalah sosok ulama yang zuhud (merasa cukup dan meninggalkan) dunia lagi raghib (takut dan rindu) akhirat. Tak hanya itu, beliau juga berbudi pekerti dan sangat berhati-hati dalam berucap maupun bertindak. Para ulama telah bersepakat atas keilmuan beliau, hingga mereka menjulukinya sebagai Alim Rabbani (berilmu dan pembimbing umat).  Rajin beribadah, kedudukan yang tinggi, sifat zuhud dan wara’, semuanya terkumpul pada diri beliau.

Keberadaan beliau di masa itu mempunyai pengaruh besar bagi kaum muslimin. Sebab beliau senantiasa menunaikan hak-hak mereka juga hak pemerintah seperti, menasihati mereka secara tertutup dengan cara terbaik dan mendoakan mereka dengan banyak kebaikan, semoga Allah merahmati beliau.

 

Kitabun Nikah dari Minhajut Thalibin

Ini adalah kitab yang ke 33 dari kitab Minhaj at-Thalibin. Terdiri dari 13 halaman mulai pendahuluan sampai penutup. Kitab ini mengulas tentang hukum-hukum dalam ibadah nikah. Ia tergolong dalam ilmu fikih muamalah dengan istri.

Dalam kitab ini tersajikan 3 bab: Bab siapa saja yang haram untuk kita nikahi, bab hukum menikahi orang musyrik (non-muslim), dan Bab al-Khiyar wal I’faf wa Nikahil ‘Abd.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua sebelum menimba ilmu langsung di hadapan ulama. Wallahu a’lam.


Baca Juga: Inilah Profil Syaikh Munir as-Sa’di hafizhahullah yang Jarang Diketahui


🌐 Website Resmi: https://daurahimamalmuzani.com/

📚 Channel Telegram Resmi: https://t.me/daurahimamalmuzani

(FAH) Dari berbagai sumber.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga
Close
Back to top button