Kata Sambutan dari Syaikh Abdul Hakim Dahhas hafizhahullah dalam Rangkaian Daurah Imam al-Muzani 5
BERITA & REPORTASE DAUROH
BERITA & REPORTASE DAUROH
Kata Sambutan dari Syaikh Abdul Hakim Dahhas hafizhahullah dalam Rangkaian Daurah Imam al-Muzani 5
Kegiatan Daurah Imam Al-Muzani 5 yang diselenggarakan di Ma’had Minhajul Atsar Jember telah dimulai sejak pada Sabtu pagi. Pelajaran pembuka berlangsung khidmat dengan dihadiri para asatidzah, ikhwah, dan santri, baik itu yang berasal dari Jember maupun yang datang dari luar kota, provinsi, bahkan dari luar negeri . Mereka akan mengikuti rangkaian acara selama beberapa hari ke depan.
Pelajaran pertama dalam Daurah khusus Imam Al-Muzani 5 diawali dengan pembahasan terkait faidah-faidah yang dapat dipetik dari kisah Nabi Yusuf alaihissalam. Dalam pelajaran tersebut, Syaikh Abdul Hakim Dahhas mengawali pelajarannya dengan memberikan kata sambutan. Beliau memulai dengan khutbatul hajah dan mengajak seluruh hadirin untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Beliau menegaskan bahwa daurah ini diadakan untuk membina para penuntut ilmu agar selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi salafus shalih.
Apresiasi untuk Seluruh Panitia
Syaikh Abdul Hakim Dahhas hafizhahullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat — mulai dari asatidzah, tim pendaftaran, petugas keamanan, hingga tim konsumsi, serta panitia lainnya.
|
Peringatan Agar Tidak Menjadi “Hamba Dunia”
Dengan mengutip hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang celakanya “hamba dinar dan dirham”, syaikh mengingatkan bahaya menjadikan harta serta kesenangan duniawi sebagai tujuan utama hidup.
Sebaliknya, beliau mendoakan kebaikan bagi setiap orang yang menempuh jalan iman, Al-Qur’an, dan Sunnah. Beliau menekankan bahwa keberhasilan daurah ini sangat bergantung pada kekompakan semua pihak — pengajar, panitia, dan peserta — yang saling mendukung satu sama lain.
Keutamaan Ilmu dan Keikhlasan dalam Berdakwah
Sesi pembuka ini juga mengulas pentingnya menuntut ilmu melalui kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Beliau dibebaskan dari penjara bukan karena ketampanannya, melainkan karena ilmu yang dikaruniakan kepadanya.
Syaikh juga menegaskan bahwa jalan dakwah yang benar wajib berdiri di atas tiga pilar utama:
- Ilmu (bashirah) — memahami apa yang didakwahkan.
- Mengikuti Nabi (ittiba’) — berjalan sesuai petunjuk Rasulullah SAW.
- Memurnikan tauhid (tanzihullah) — membersihkan diri dari segala bentuk kesyirikan.
Para peserta diimbau untuk bersabar dan hadir secara penuh selama kegiatan berlangsung. Mengutip pesan ulama salaf, ilmu yang diperoleh melalui proses dan perjuangan yang panjang akan terasa lebih berkesan serta lebih dihargai oleh pemiliknya.
Harapan untuk Dauroh dan Umat
Di akhir sambutannya, syaikh memanjatkan doa agar rangkaian daurah ini membawa keberkahan, menjadi perantara hidayah bagi masyarakat, serta membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar di atas landasan ilmu dan ketakwaan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menyelipkan doa demi kelancaran dan keberlangsungannya hingga selesai.




