TranskripVideo

Apakah Seorang yang Terkena Sihir Tidak Jatuh Talaknya, Sehingga Digolongkan Sama dengan Orang yang Gila dan Tertidur ?

Dijawab oleh Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah

Pertanyaan :
Apakah orang yang terkena sihir atau orang yang sedang dirasuki jin disamakan dengan orang yang tidur ?

Jawab:
Mengapa tidak engkau katakan saja ia disamakan dengan orang yang gila? Kenapa engkau samakan dengan orang yang sedang tidur?

Apabila pengaruh sihir membuatnya tidak sadar dari apa yang ia katakan maka benar (ia disamakan dengan orang gila), apabila memang benar ia dalam keadaan seperti itu.

Karena di antara sihir ada yang menyebabkan korbannya sampai hilang kesadaran. Ia tidak menyadari apa yang dikatakannya dan apa pula yang dilakukannya, dan keadaan seperti ini sangat diketahui (dari orang yang terkena sihir).

Setan telah menguasainya , dan bisa jadi setan itu sendiri yang mentalak. Ia mentalak wanita ini (istri korbannya) untuk membuat fitnah, terkhusus apabila jenis sihir yang menimpanya adalah sihir yang memisahkan sepasang suami istri. Sehingga ia mentalak istrinya (dibawah pengaruh sihir).

Iya yang seperti ini bisa saja terjadi. Bila yang demikian itu terjadi maka tidak jatuh talaknya.

📚 Silsilah At-Tabshirah fii As-ilati Kitabin Nikah min at-Tadzkirah (Pertanyaan-4)

💿 Sumber audio:
https://t.me/daurahimamalmuzani/1894


↲✦ ••٤هل المسحور لا يقع طلاقه فيلحق بالمجنون والنائم؟|••✦

هل المسحور أو الذي تلبس به الجن يُلحق بالنائم؟ 

الجواب: لماذا لم تقل يلحق بالمجنون؟ ذهبتَ إلى النائم؟ إن كان السحر يجعله لا يدرك ما يقول، نعم. إن كان صادقا في ذلك، لأن فيه من الأسحار من تجعل الرجل في إغماء، لا يدرك ما يقول ولا يدرك ما يفعل، وهذا معروف ويلتبس به الشيطان وقد يطلّق الشيطان نفسُه، يطلق هذه المرأة للفتنة، خاصة إذا كان السحر للتفريق، فيُطَلق هذه المرأة. نعم هذا وارد، إن ثبت ذلك لا يقع طلاقه.

سلسلة التبصرة في أسئلة كتاب النكاح من التذكرة (السؤال ٤)

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button