JEMBER – Ahad (14/08) pagi hari, tampak di depan salah satu asrama santri Takhasus tumpukan kasur. Biasanya kasur-kasur seperti itu dipersiapkan jika ada tamu ma’had. Baik itu dari wali santri, para ustadz atau tamu yang sekedar berkunjung, dan lain sebagainya.
Kali ini, kasur-kasur tersebut akan dipersiapkan untuk para peserta Daurah Imam Al-Muzani ke – 1.
Saling Tolong–Menolong dalam Kebaikan
Sebenarnya itu adalah tugas Divisi Tamu untuk menyiapkannya. Namun agar meringankan tugas mereka, sebagian santri Takhasus meluangkan tenaga dan waktu untuk kerja bakti mengangkut kasur-kasur tersebut menuju lokasi-lokasi yang dipersiapkan untuk tempat tinggal peserta daurah. Selain sebagai pengisi waktu luang mereka di pagi hari tersebut.
“Walhamdulillah, sangat menyenangkan gitu, saling bantu-membantu, kita bersaudara kan? MasyaAllah jadi memudahkan kita dan meringankan sebagian dari tugas kita.” Kata Abdul Malik asal Pontianak, salah satu anggota Divisi Tamu.
Baca Juga: Tak Perlu Keluar, Ini Tempat Belanja Kebutuhan Peserta Selama Daurah
Total jumlah kasur yang tersedia kurang lebih sekitar enam puluhan, terdiri dari kasur inventaris Divisi Tamu itu sendiri, dan beberapa kasur milik santri yang mereka pinjamkan kepada panitia dengan sukarela. Sebenarnya jumlah yang demikian itu masih belum cukup, panitia pun masih berusaha memenuhi jumlah yang kurang tersebut.
Semua kasur itu dialokasikan di empat tempat yang nantinya insyaAllah akan menjadi tempat tinggal para peserta Daurah Imam Al-Muzani. Yaitu di Musala Al-Ikhlas, kantor ‘Madu At-Tin’, lantai 2 rumah Pak Irji’ (ikhwan mutazawwijun), dan di rumah Abu Ibadurrahman (ikhwan mutazawwijun). Semua tempat tersebut masih dalam lokasi komplek Ma’had 1.
Dengan bersedianya beberapa ikhwah agar rumahnya dijadikan sebagai tempat tinggal peserta daurah, panitia sangat berterima kasih akan hal tersebut.
Baca Juga: Seusia Tahfizh Sudah Berandil dalam Daurah, Apa Peran Mereka?
(MAS)

