Informasi

Deskripsi Kegiatan Daurah Umum Imam al-Muzani I

Tahun 1444 H / 2022 M

Kajian Dirasah Islamiah (Daurah) Imam al-Muzani I tahun 1444 H/2022 M menghadirkan serangkaian kajian Islam ilmiah dengan berbagai topik kekinian yang menjadi problematika umat. Nama kegiatan ini, Imam al-Muzani, diambil dari nama salah seorang tokoh ulama besar dari Madzhab Syafi’iyyah, Abu Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani, masyhur dengan nama Imam al-Muzani (175-264 H). Salah seorang murid besar Imam asy-Syafi’i rahimahullah, yang dijuluki sebagai pembaharu mazhab Syafi’iah.

Daurah Imam al-Muzani mengusung tema umum, “Radikalisme dan Terorisme, Ancaman Terhadap Stabilitas Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Daurah dilaksanakan selama dua hari, insyaallah dengan tujuh sesi kajian, pembagian materi dan narasumber sebagaimana tertera pada jadwal di atas.

Untuk hari pertama, hari Sabtu, akan dikupas beberapa sub-tema berikut ini;

Sesi pertama akan dilangsungkan pada hari Sabtu, pukul 09.00–10.30 WIB. Materi pertama membahas tentang keindahan dan sikap tengah/moderat (wasath) agama Islam. Tema ini memberi gambaran bahwa ajaran Islam jauh dari ektremisme. Akan tetapi Islam selalu mengajarkan untuk bersikap adil dan pertengahan. Tidak ekstrem kanan yang berarti radikal, dan tidak pula ekstrem kiri yang bermakna liberal atau prural.

Sesi kedua pada pukul 12.30–14.00 WIB, dibawakan sebuah pembahasan penting tentang kewajiban mendengar dan taat kepada pemerintah. Pada tema ini ditanamkan salah satu prinsip penting dalam Islam yang mulai pudar akibat krisis kepercayaan kepada pemerintah. Prinsip tetap mendengar dan taat kepada pemerintah dalam perkara yang makruf adalah salah satu prinsip dasar ahlussunnah wal jama’ah.

Sesi ketiga, pukul 15.30–17.00 WIB, akan dikupas tema tentang peran dan tanggungjawab seorang muslim sebagai bagian dari warga negara dan bangsa. Seorang muslim yang benar keislamannya adalah individu yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.

Sesi keempat pada pukul 19.30–21.00 WIB merupakan sesi puncak dan utama yang akan mengupas secara langsung tentang penanggulangan aksi terorisme, radikalisme dan liberalisme.

Untuk hari kedua, hari Ahad, akan dikupas beberapa sub-tema berikut ini;

Sesi kelima pada pukul 05.00–06.30 WIB akan membahas solusi dan jalan keluar dari penyimpangan dalam beragama, khususnya dari radikalisme dan terorisme. Yaitu dengan merujuk kembali kepada para ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Menghubungkan umat dengan para ulama yang berkompeten, guna mendapat bimbingan dan arahan yang tepat ketika menghadapi berbagai problematika umat adalah tindakan yang amat penting. Dengannya, umat akan terbentengi dari berbagai penyimpangan yang mengarah kepada ekstremisme dalam beragama.

Sesi keenam dimulai pukul 09.30–11.00 WIB. Pada sesi ini akan dibahas tentang pluralisme sebagai lawan dari radikalisme, yang tak kalah berbahaya bagi Islam dan Umat Islam. Keduanya (radikalisme dan pluralisme) merusak dan menghancurkan sendi-sendi agama Islam.

Sesi ketujuh, pada pukul 15.30–17.00 WIB, sebagai sesi penutup, dengan fokus pembahasan seputar pendidikan anak dan berbagai langkah penting untuk melindungi anak dari paham terorisme-radikalisme dan pluralisme. Hal ini sangat penting dan sebagai solusi untuk menjaga generasi penerus agama, bangsa, dan negara; agar mereka terjaga dan terlindungi dari terorisme-radikalisme dan pluralisme.

Artikel terkait

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button