Profil Kegiatan Kajian Dirasah Islamiah “Imam al-Muzani”
Latar Belakang
Islam sejatinya adalah agama yang indah, harmonis dan mengajak kepada perbaikan. Hanya saja, keindahan Islam ini banyak ternodai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Pihak tersebut bisa jadi berasal dari pihak yang tidak mengerti hakekat ajaran Islam sebenarnya beserta berbagai keindahannya; maupun pihak yang memang ingin menjatuhkan nama baik Islam.
Dewasa ini, Islam tersudutkan dengan pelbagai isu radikalisme dan terorisme. Untuk meraih simpati kaum muslimin, tindakan radikal itu diopinikan sebagai jihad fi sabilillah. Sehingga, tidak sedikit yang tertipu olehnya. Terkadang tetangga dekat, sanak saudara dan sebagian kaum muslimin pun menjadi korban.
Hal ini menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit. Berbagai tindakan bom bunuh diri yang tak terhitung lagi, sebagai bukti nyata. Keamanan masyarakat terusik. Bahkan stabilitas bangsa dan negara pun bisa terancam karenanya.
Ajaran Islam yang humanis dan rahmatan lil ‘alamin ujung-ujungnya menjadi taruhan. Syiar Islam, seperti baju takwa, jubah dan sorban, sarung dan pakaian di atas mata kaki, menjadi kambing hitam. Na’udzubillah.
Itulah, di antara yang mendasari kami untuk mengadakan Kajian Dirasah Islamiah (Daurah) dengan mengusung tajuk “Radikalisme dan Terorisme Ancaman Terhadap Stabilitas Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Sebuah kajian yang bertujuan menanamkan dasar-dasar ajaran Islam dan menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang indah dan wasath (= pertengahan, yaitu: terbaik, adil, dan seimbang, baik dalam keyakinan, pikiran, sikap, maupun perilaku). Harapan kami, kajian ini menjadi salah satu media pencerahan bagi masyarakat secara umum, serta para santri dan anak didik secara khusus.
Semoga kegiatan sederhana ini bernilai ibadah dan dalam rangka mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga, sebagai bentuk sinergi bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas bangsa dan negara. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Tujuan Kegiatan
- Mewujudkan partisipasi pesantren dan sinergi dengan pemerintah dalam melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah kepada terorisme.
- Memberikan pencerahan tentang keindahan ajaran Islam.
- Memberikan pencerahan tentang Islam sebagai agama yang wasath.
- Membentengi dari paham radikalisme dan terorisme.
- Menanamkan pentingnya sikap mendengar dan taat kepada pemerintah dalam perkara yang makruf.
- Menghubungkan umat dengan para ulama yang kompeten di bidangnya.
Dasar Kegiatan
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah: 122)
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat yang wasath (pertengahan) agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.” (Al-Baqarah: 143)
*) Umat Wasath, artinya umat pertengahan, yaitu umat pilihan, terbaik, adil, dan seimbang, baik dalam keyakinan, pikiran, sikap, maupun perilaku (lihat Al-Qur’an Terjemah Kemenag RI)
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Katakanlah: “Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita ibadahi kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Ali Imran: 64)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ»
“Menuntut Ilmu agama adalah kewajiban atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«أَيُّهَا النَّاسُ، إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّما أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ»
“Wahai umat manusia, waspadalah kalian dari sikap ekstrim dalam beragama. Yang membinasakan umat sebelum kalian tidak lain adalah sikap ekstrim dalam beragama.” (HR. An-Nasa’i no. 3054, dan Ibnu Majah no. 3029)