Site icon Daurah Imam al-Muzani

Persiapan Daurah, Satukan Langkah dengan Musyawarah Bersama Ikhwah

 

JEMBER – Sabtu (30/7) bertepatan dengan 1 Muharram 1444 H, para ikhwah dan asatidzah serta mudarrisun dari Jember dan beberapa kota tetangga (Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo) beramai-ramai mendatangi Musala Al-Ihsan komplek Ma’had Minhajul Atsar 2.

Kedatangan mereka dalam rangka memenuhi undangan musyawarah persiapan daurah bersama Ustadz Luqman Baabduh hafizhahullah. Dengan maksud, membahas bersama persiapan teknis dan non teknis Daurah Imam al-Muzani yang ke-1.

 

Pembukaan Musyawarah Persiapan Daurah

Rapat yang berlangsung selepas salat Isya itu dimulai dengan tausiah, nasihat dan arahan dari ustadz Luqman hafizhahullah sebagai pembukaan dan mukadimah. Begitu mulia dan indahnya dalil-dalil yang beliau jabarkan dari al-Quran dan as-sunnah, sarat akan ilmu dan faedah.

Selain penuh dengan usulan-usulan, musyawarah pada malam itu juga penuh dengan nasihat dan arahan dari beliau hafizhahullah. Suasana hidupnya musyawarah pun begitu terasa, saling memberi usulan dan saling memahami perbedaan, bukan saling serang-menyerang antar perbedaan pendapat.

 

Fokus Pembahasan Musyawarah Persiapan Daurah

Fokus pembahasan musyawarah pada malam hari itu adalah terkait kebutuhan tenaga panitia yang cukup di saat Daurah berlangsung. Melalui diskusi itu, para ikhwah diajak untuk turut berandil dalam kegiatan daurah dan menyempatkan diri untuk bisa ber-ta’awun di dalamnya. Mengingat, banyak sekali item-item kepanitiaan yang membutuhkan sumber daya manusia.

Para ikhwah bebas memilih bagian apa pun yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing-masing. Untuk kemudian, pada musyawarah berikutnya mereka harus sudah mengambil keputusan terkait bagian yang akan dia pilih, lalu akan digabungkan dengan panitia utama.

Galeri Foto Musala al-Ihsan, Tempat Musyawarah Berlangsung

Item-item kepanitiaan yang tersedia mulai dari bagian transportasi, keamanan, kenyamanan, kebersihan, sarana prasarana, medis, logistik hingga keuangan. Pantitia dengan senang hati menerima ikhwah yang siap ber-ta’awun dalam berbagai bidang yang sekiranya masih membutuhkan tenaga.

Di bagian transportasi, para ikhwah bisa ber-ta’awun dengan menyediakan kendaraan, atau menjadi supir yang bersedia melayani masyayikh atau pun para tamu. Bagi yang ingin ber-ta’awun dari sisi keamanaan, bisa bergabung dengan Tim yang sudah ada di ma’had 1 atau di Ma’had 2, atau bergabung dengan tim penyeberangan di jalan raya. Mengingat lokasi kegiatan terpisahkan dengan jalan raya antar propinsi.

 

Dan masih banyak lagi peluang-peluang untuk ber-ta’awun dalam kepanitiaan Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani. Di malam itu, panitia inti atau mas’ul (koordinator) dari divisi-divisi yang sudah ada menjabarkan divisinya masing-masing, agar para ikhwah peserta musyawarah bisa terbayang terkait bagian yang akan ia pilih.

Contohnya di bagian kebersihan, koordinator kebersihan menjelaskan tentang pembagian tanggung-jawab kebersihan, hingga kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan seperti tong sampah, keranjang sampah, hingga plastik sampah. Tak lupa, penjelasan tentang sistem kerja pun juga disampaikan.


Baca Juga: Semangat Ikhwan Wonogiri Untuk Menghadiri Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani


Ber-ta’awun Namun Tidak Melupakan Kewajiban

Karena kegiatan Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani akan berlangsung selama kurang lebih sepuluh hari, maka ustadz Luqman hafizhahullah memberikan nasihat kepada seluruh ikhwah yang hadir dalam musyawarah tersebut untuk tidak lupa akan kewajiban mereka memberi ma’isyah atau nafkah bagi keluarga. Semangat untuk ber-ta’awun dalam kepanitiaan bukan berarti hingga lupa akan kewajiban yang satu ini.

Ya, tak hanya memerhatikan sebuah acara besar yang ada di depan mata, namun pihak panitia juga tak abai dengan kewajiban para ikhwah bersama keluarganya masing-masing.

Menuntut ilmu merupakan hal yang wajib, demikian pula ber-ta’awun. Namun memberi nafkah kepada keluarga juga merupakan hal yang wajib bagi setiap kepala keluarga.

 

Musyawarah Menyongsong Persatuan

Dari musyawarah-musyawarah seperti itu, kita dapat mengambil pelajaran bahwa manusia tidak mampu hidup seorang diri. Dengan musyawarah, harapannya akan muncul jalan keluar yang mungkin sebelumnya belum kita pikirkan. Lebih dari itu, musyawarah harapannya dapat memperkuat barisan kaum muslimin.

Demikianlah ciri orang-orang yang beriman. Allah katakan dalam Kitab-Nya:

وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ

“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.” (QS. asy-Syura: 38)

 

Para shahabat terdahulu pun biasa melakukan musyawarah dalam mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan. Sebagaimana yang mereka lakukan ketika hendak menentukan khalifah sepeninggal Umar Ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu. Maka sudah sepatutnya kita mencontoh para salaf terdahulu.

Keilmuan dan kecerdasan seseorang, seharusnya akan mendorongnya untuk sering bermusyawarah dengan saudaranya. Ia mengerti, bahwa pendapatnya tidak selalu yang terbaik, justru bisa jalan keluar datang dari orang yang tak ia sangka. Dengan musyawarah, kita pun bisa mendapatkan kesimpulan dan faedah-faedah yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. Wallahua’lam.


Baca Juga: Sambut Daurah, Speaker Masjid Ali bin Abi Thalib Ditambah


 Website Resmi: https://daurahimamalmuzani.com/

 Channel Telegram Resmi: https://t.me/daurahimamalmuzani

(MAS)

Exit mobile version